Kegiatan Pondok Pesantren

Peringatan Maulid Nabi dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha 2026

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W PM Al-Aqsha

Jatinangor – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026) sebagai pengajian tahunan bersama seluruh keluarga besar PM Al-Aqsha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama oleh 15 ustaz setelah salat Zuhur. Pembacaan Al-Qur’an tersebut dilakukan sebagai wasilah doa di makam para sesepuh PM Al-Aqsha.

Pembacaan Shalawat pada Sesi Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Acara Haul dimulai pada pukul 16.00 WIB bersama Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Mukhlis Aliyudin, M.Ag. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa tawassul dan istighasah. Haul dan Maulid Nabi menjadi bentuk doa bersama agar berbagai hajat dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mendoakan para sesepuh. Amal kebaikan yang telah dilakukan diharapkan mendapatkan balasan dari Allah SWT di akhirat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diisi dengan penampilan hadroh, pembacaan shalawat Nabi, Mahallul Qiyam, dan pembacaan kitab Barzanji. Kitab Barzanji berisi kisah kehidupan Rasulullah SAW. Pembacaan Barzanji dipimpin oleh Al-Ustadz Angga Rizidina bersama seluruh santri PM Al-Aqsha. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Tausiyah Maulid Nabi oleh K.H Rukman Wiriadinata tentang Amal Shaleh

Setelah pembacaan shalawat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan K.H. Rukman Wiriadinata, M.Ag. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa alumni pesantren PM Al-Aqsha tidak harus semuanya menjadi kiai. Menurutnya, santri dapat berkiprah dalam berbagai profesi dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan profesi seperti pedagang, dokter, qori, dan pilot. Santri juga diharapkan mampu menguasai berbagai bidang sesuai kemampuan dan kebutuhan zaman.

Sesi Khidmat dalam Acara Maulid dan Haul PM Al-Aqsha

Pesan tersebut menegaskan pentingnya membentuk santri yang multiprofesi. Dengan kemampuan tersebut, santri diharapkan mampu mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar di mana pun berada. Amar ma’ruf nahi mungkar tidak selalu dilakukan dengan menjadi pendakwah. Menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, tanggung jawab tersebut merupakan kewajiban bersama dalam menegakkan syariat Allah SWT.

Melalui Peringatan Maulid Nabi dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha, para santri diharapkan semakin mengenal keteladanan Rasulullah SAW. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para sesepuh serta memperkuat nilai keislaman santri.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Jamran Kepramukaan PM Al-Aqsha Diikuti 31 Santri

Jamran Pramuka PM Al-Aqsha 2026

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengikuti Jambore Ranting (Jamran) Jatinangor Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) sampai Minggu (6/9/2026) . Kegiatan Jamran Kepramukaan dari Kontingen santri PM Al-Aqsha berlangsung di Bumi Perkemahan Kiarapayung Letjen (Purn) DR. (HC). H. Mashudi Kwarda Jabar dan sekitarnya. Jamran Jatinangor 2026 mengusung tema “Ngariung, Ngahiji, Ngabakti”, dengan slogan “PANGARUH (Pramuka Pinuh Pangaweruh)” serta motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Kegiatan ini bertujuan membentuk sikap dan perilaku Pramuka Penggalang yang mandiri, terampil, disiplin, serta memiliki semangat persatuan dan kesatuan. Juknis juga menekankan pembentukan karakter, gotong royong, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta pengamalan Trisatya dan Dasadarma. Kegiatan Jamran diarahkan untuk mengembangkan enam ranah peserta didik, yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik, dan karakter. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan edukatif, kreatif, rekreatif, produktif, inovatif, kompetitif, menantang, dan kekinian melalui permainan, diskusi, demonstrasi, kompetisi, serta simulasi.

Kegiatan Camping di Acara Jamran 2026

PM Al-Aqsha mengikutsertakan 31 santri, terdiri atas 16 santri putri dan 15 santri putra. Para peserta berasal dari kelas 1 hingga kelas 3 dan terbagi dalam regu sesuai ketentuan kegiatan. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi santri untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus membangun kekompakan dan persaudaraan.

Sesi Olahraga Sehat pada Acara Jamrana PM Al-Aqsha

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta pada pagi hari. Siang hari dilanjutkan dengan gladi upacara dan persiapan Upacara Peringatan Hari Pramuka, kemudian sore harinya dilaksanakan upacara peringatan Hari Pramuka sekaligus pembukaan Jamran. Pada malam hari peserta mengikuti kegiatan Jumpa Tokoh, Malam Selamat Datang, dan korve.

Selama Jamran, peserta mengikuti berbagai kegiatan umum dan rotasi khusus. Kegiatan tersebut meliputi upacara, apel, olahraga, kegiatan keagamaan, pentas kontingen, karnaval, anjangsana, api unggun, dan korve. Sementara kegiatan rotasi mencakup Zona Edukasi, Zona Saka, Zona Wisata, Zona Permainan, dan Zona Bakti Masyarakat.

Penampilan Malam di Jamran 2026

Kegiatan Zona Bakti Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam Jamran melalui Bumbung Kemanusiaan, pembersihan sarana umum, dan pembagian bibit tanaman. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, gotong royong, kerja sama, serta kepedulian sosial.

Sesi Camping dalam acara Jamran

Melalui keikutsertaan dalam Jamran Jatinangor 2026, santri PM Al-Aqsha diharapkan memperoleh pengalaman kepramukaan yang bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan rasa persaudaraan. Semangat mengikuti Jamran diharapkan dapat menjadi bekal santri untuk menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 628 Angkatan Abdurrahman Bin Auf PM Al-Aqsha

Panggung Gembira Angkatan 628 PM Al-Aqsha Abdurrahman Bin Auf 2026

Sumedang – Pertunjukan Panggung Gembira (PG) 628 Angkatan Abdurrahman Bin Auf menjadi salah satu puncak acara bagi santri kelas 6 Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. Pagelaran seni Panggung Gembira tersebut diselenggarakan pada Ahad (30/8/2026) pukul 20.00 WIB di Aula Dome Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. PG ini menjadi wadah bagi santri kelas akhir untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, dan hasil proses pembelajaran di pondok. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga belajar tentang kerja sama dan keberanian tampil di hadapan civitas dan para penonton.

Penampilan Grand Opening PG 628 Abdurrahman Bin Auf 2026

Acara PG diawali dengan Mapag sebagai penyambutan pembukaan acara. Penampilan tersebut memadukan tarian Jaipong dengan musik Hadroh, sehingga menghadirkan perpaduan unsur seni tradisional Indonesia dan nuansa musik Islami. Pembukaan ini menjadi gambaran semangat PG 628 dalam menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan pendidikan pesantren dalam sebuah pertunjukan seni.

Penampilan Paduan Suara (PADUS) PG 628 Abdurrahman Bin Auf

Rangkaian acara PG menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas santri . Penampilan tersebut diantaranya adalah Tarian The Chant of Grace, penampilan drama Aksatriya Daya Mahitala, nyanyian Arcapada, pertunjukan Teater “Antara Taubat dan Terlambat”. Kemudian disambung drama musikal, fashion show, free dance, dan penampilan band. PG ini juga menampilkan berbagai video santri seperti film Action Mission Impossible, Short Horror Movie Haraba (Kabur) dan film lainnya.

Penyambutan Pembukaan PG Angaktan Abdurrahman bin Auf 628 Bersama Dr.K.H Mukhlis Aliyudin, M.Ag

Panggung Gembira 628 menjadi hasil kerja bersama seluruh anggota Angkatan Abdurrahman Bin Auf dan panitia kelas 5 dalam mempersiapkan acara PG. Setiap penampilan memiliki konsep dan peran masing-masing, mulai dari seni musik, tari, drama, hingga prosesi kesiapan acara di back stage. Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Panggung Gembira tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi santri untuk berkembang.

Kebersamaan Angakatan Abdurahman Bin Auf 628 dalam Acara Panggung Gembira

Melalui PG 628, santri kelas 6 PM Al-Aqsha diharapkan mampu menunjukkan hasil pendidikan di PM Al-Aqsha. Pagelaran ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi angkatan dalam menghasilkan sebuah karya sebelum menyelesaikan pendidikan mereka. Dengan semangat kreativitas dan kekompakan, PG 628 menjadi salah satu bentuk kenangan sekaligus pembelajaran berharga bagi seluruh santri PM Al-Aqsha.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar kegiatan Peningkatan Pengajaran Tahfidz melalui Metode Al-Hufaz sebagai upaya mencetak generasi Qur’ani di era digitalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Dome Lapang Belakang Putra pada Kamis (20/8/2026) ini diikuti oleh seluruh santri serta guru mata pelajaran yang mengajar pada hari pelaksanaan seminar. Kegiatan diawali dengan ice breaking dan tadarus bersama surat Al-Mulk.

Pembukaan kegiatan disampaikan oleh Ahmad Maulana Ishaq selaku Wakil Pimpinan PM Al-Aqsha. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Maulana Ishaq juga memberikan cenderamata PM Al-Aqsha kepada pemateri. Pemaparan materi disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Qomarudin dengan memperkenalkan Al-Hufaz sebagai mushaf Al-Qur’an yang menggunakan metode lima blok warna.

Metode Al-Hufaz dirancang untuk membantu santri menghafal ayat Al-Qur’an secara mudah, terpadu, dan terstruktur. Lima blok warna dalam mushaf tersebut dapat digunakan untuk membagi target hafalan berdasarkan lima waktu salat dalam satu hari. Sementara itu, bagi pemula diterapkan metode One Day One Color (ODOC), yaitu menghafal Al-Qur’an dengan target satu blok warna dalam satu hari. Metode ini diharapkan dapat memberikan pola hafalan yang lebih sistematis bagi santri.

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Menurut Al-Ustadz Ahmad Qomarudin, metode Al-Hufaz memiliki sejumlah keunggulan dalam membantu proses menghafal Al-Qur’an. Keunggulan tersebut antara lain adanya penanda awal dan akhir ayat yang menjadi kisi-kisi untuk memudahkan hafalan, termasuk ketika membaca ayat di bagian tengah. Metode ini juga membuat proses menghafal Al-Qur’an menjadi lebih terpadu dan terstruktur, khususnya bagi pemula. Selain itu, penggunaan lima blok warna membuat tampilan mushaf lebih menarik sehingga pembaca dapat lebih fokus dalam menghafalkan ayat Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap metode Al-Hufaz dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz. Penerapan metode tersebut juga diharapkan membantu santri menghafal Al-Qur’an secara bertahap, terarah, dan konsisten. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an

Penulis: Muhammad Iqbal Azis.

Kegiatan Pondok Pesantren

Kegiatan Bahasa PM Al-Aqsha “The Art of Delivering Vocabularies” dalam Peningkatan Bahasa Arab-Inggris PM Al-Aqsha.

Pembelajaran The Art of Delivering Vocabularies PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengadakan kegiatan bahasa “The Art of Delivering Vocabularies” untuk melatih santri kelas 5 sebagai pengajar di kegiatan bahasa PM Al-Aqsha. Kegiatan bahasa tersebut diselenggarakan di Matham Lantai 2 Putri pada Sabtu (8/8/2026) pukul 20.00 WIB. Agenda ini bertujuan memberikan pengalaman dan pemahaman mengenai kaidah pengajaran serta cara menyampaikan kosakata bahasa Arab dan Inggris kepada santri PM Al-Aqsha.

Sambutan The Art of Vocabulary Delivery oleh Al-Ustadz Cical

Kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator Bahasa, Al-Ustadz Cical Irmansyah. Ia menyampaikan bahwa kelas 5 dipilih sebagai pengajar bahasa karena mereka merupakan pengurus rayon yang mengetahui perkembangan kemampuan bahasa santri. “Kalian (kelas 5) merupakan orang yang terpilih oleh Koordinator Bahasa dan Mudir Ma’had (pimpinan pondok). Manfaatnya kalian bisa mengajar ketika ada Tarbiyah Amaliyah (ujian praktik mengajar) berlangsung,” kata Al-Ustadz Cical.

Materi The Art of Delivering Vocabularies bahasa Inggris disampaikan oleh Al-Ustadz Nisa Lailatul Qodriah. Sedangkan tata cara penyampaian kosakata bahasa Arab disampaikan oleh perwakilan Koordinator Bahasa. Materi tersebut menekankan bahwa pengajaran kosakata tidak hanya dilakukan dengan menghafal dan menerjemahkan, tetapi harus disampaikan dengan metode yang menarik. Pengajar juga dapat menggunakan benda nyata atau gambar, contoh kalimat, gerakan tubuh atau Total Physical Response (TPR), serta terjemahan.

Partisipasi Santri dan Santriwati Kelas 5 dalam Acara Bahasa

Dalam penyampaian mufradat, metode dilakukan secara bertahap melalui pengucapan kosakata, pengulangan, pemberian arti, contoh kalimat, tanya jawab, praktik, pengulangan kembali, menulis kosakata, dan membuat kalimat. Pola tersebut bertujuan agar santri tidak hanya mengetahui arti kosakata, tetapi juga mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Materi pelatihan juga membahas pentingnya persiapan pengajar sebelum menyampaikan kosakata. Pengajar perlu menyiapkan sabburoh, memastikan ejaan dan tata bahasa, serta memeriksa pelafalan, khususnya dalam bahasa Inggris. Setelah itu, proses pembelajaran mengulang kosakata sebelumnya, menyampaikan kosakata baru, memberikan contoh kalimat, dan melakukan takrir atau pengulangan dengan variasi agar pembelajaran tidak membosankan.

Melalui The Art of Delivering Vocabularies, santri kelas 5 diharapkan mampu menjadi pengajar bahasa yang baik dan kreatif. Pembekalan ini diharapkan membantu santri PM Al-Aqsha menguasai bahasa Arab dan Inggris secara bertahap serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

PM Al-Aqsha Resmi Membuka Kegiatan Bahasa dan Public Speaking 2026-2027

Pembukaan Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato PM Al-Aqsha

SUMEDANG – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha resmi membuka Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato pada Rabu (3/8/2026) di Dome Lapang Belakang Putra. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya berbahasa resmi (Inggris dan Arab) di lingkungan pondok. Acara dipandu menggunakan bahasa Arab sebagai bentuk pembiasaan komunikasi santri. Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh KH. Mukhlis Aliyudin melalui pemukulan gong, pemotongan pita, serta penyerahan mahkota bahasa kepada santri teladan bahasa.

Prosesi Penobatan Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha

Dalam sambutannya, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin, M.Ag menegaskan bahwa PM Al-Aqsha akan memfokuskan penguatan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai identitas pondok. Santri diarahkan membiasakan penggunaan bahasa isyarah, pemasangan mufradat di lingkungan pondok, serta meningkatkan pelafalan (pronunciation) dalam percakapan sehari-hari. Program kaderisasi bahasa juga melibatkan santri kelas 5 sebagai penyampai kosakata harian kepada seluruh santri.

Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan penampilan public speaking dan story telling dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris yang dibawakan oleh perwakilan santri. Selain itu, terdapat penampilan lagu berbahasa Arab sebagai penutup rangkaian acara. Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya berbahasa asing semakin berkembang sehingga mampu mencetak generasi “Cageur Bageur, Pinter dan Qurrata A’yun” yang unggul dalam karakter, akademik, dan komunikasi global.

Sesi Foto Bersama Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha dengan Pimpinan PM Al-Aqsha

Adapun penampilan yang ditampilkan pada pembukaan program bahasa meliputi:

  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Khairul Akbar (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Inggris – Sayyid Munji Al-Hadi (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Rehan Zulfikar (Kelas 5)
  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Dafa Dhiyaulhaq (Kelas 5)
  • Story Telling Bahasa Inggris – Kayla Putri Apriliani (Kelas 3)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Salwa Prasti Rengganis (Kelas 3)
  • Sing a Song Bahasa Arab – Putri Khairunnisa
Santri PM Al-Aqsha Sedang Mengikuti Kegiatan Pembukaan Bahasa dan Latihan Pidato

Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya penggunaan bahasa Arab dan Inggris tidak hanya diterapkan dalam kegiatan resmi, tetapi juga menjadi kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pondok menargetkan lahirnya generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu bersaing dalam berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Jatinangor Bersih PM Al-Aqsha Sebagai Wujud Kepedulian Santri terhadap Lingkungan

Jatinangor Bersih Jaber PM Al-Aqsha

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui program Jatinangor Bersih (Jaber) yang dilaksanakan pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan Jatinangor Bersih PM Al-Aqsha ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) dan dilaksanakan bersamaan dengan pawai tahunan. Program Jaber diinisiasi oleh Bagian Kebersihan OPPMA (setara OSIS) yang dikelola santri kelas 6 Angkatan Abdurrahman bin Auf. Seluruh tim Jaber ditempatkan pada barisan terakhir pawai sebagai tim sweeping sampah yang bertugas memastikan rute pawai tetap bersih. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian santri kepada masyarakat sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan melalui aksi nyata.

Tim Jaber tidak hanya membersihkan sampah yang dihasilkan selama pawai, tetapi juga membantu membersihkan area di sekitar warung dan toko yang dilalui peserta pawai. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan mobil pengangkut sampah agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Seluruh petugas dibagi ke dalam beberapa pos pengawasan yang tersebar di sepanjang jalur pawai sehingga proses pembersihan berlangsung lebih efektif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan PPKA tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungandan masyarakat sekitar.

Untuk Pembersihan, rute Jaber mencakup 20 titik pengawasan, yaitu:

  1. Lapangan Dome
  2. Depan Masjid
  3. Gang Pondok
  4. Sebrang POM
  5. Depan IPDN
  6. Depan IKOPIN
  7. Depan Sabusu (Pos Kesehatan 1)
  8. Depan ITB
  9. Depan Gedung Diklat
  10. Pangkalan Ojek Pangdam
  11. Sebrang Dimsum Kaibun
  12. Depan Dunkin Donuts (Pos Kesehatan 2)
  13. Depan Toko AA
  14. Depan Soto Lamongan
  15. Sebrang Griya
  16. Sebrang Louvin
  17. Kingkom/Pertigaan (Pos Kesehatan 3)
  18. Sebrang Gacoan
  19. Sebrang POM Bensin
  20. Sebrang Bank BJB

Seluruh titik tersebut dijaga oleh guru dan panitia yang bertugas mengawasi jalannya pawai sekaligus memastikan kebersihan sepanjang rute tetap terpelihara.

Progres Pembersihan Jalan Jatinagor Bersih (Jaber) PM Al-Aqsha

Salah satu tim Jaber, Al-Ustadz Angga Rizinida, menegaskan bahwa program ini menjadi wujud kepedulian santri terhadap lingkungan. “Kita jaga Jatinangor kebersihannya melalui Jaber (Jatinangor Bersih),” ujarnya. Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap santri memiliki sense of belonging terhadap lingkungan, baik di dalam maupun di luar pondok, sehingga nilai kebersihan menjadi bagian dari karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Puncak Acara PPKA: Apel Tahunan Pondok Modern (PM) Al-Aqsha Tahun Ajaran 2026–2027

Apel Tahunan PPKA Pondok Modern (PM) Al-Aqsha Jatinagor Sumedang

SUMEDANG – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha resmi menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) Tahun Ajaran 2026–2027 pada Ahad (2/8/2026) di Lapangan Belakang Dome Putra. Kegiatan Apel Tahunan ini menjadi puncak rangkaian PPKA sekaligus menandai dimulainya tahun ajaran baru bagi seluruh santri PM Al-Aqsha tahun 2026. Upacara diikuti oleh seluruh santri, dewan guru, serta tamu undangan dari unsur pemerintahan Kecamatan Jatinangor. Rangkaian apel diawali dengan masuknya komandan pleton, persiapan barisan, laporan pemimpin upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, hingga inspeksi pasukan oleh Inspektur Upacara sesuai susunan acara resmi PPKA 2026.

Barisan Santrwati dalam Rangka Apel Tahunan PPKA PM Al-Aqsha

Dalam amanat Apel Tahunan, Pimpinan Pondok Modern Al-Aqsha Dr. K.H Mukhlis Aliyudin, M.Ag menegaskan bahwa Apel Tahunan merupakan puncak kegiatan PPKA yang menjadi tradisi pondok-pondok modern yang berafiliasi dengan Gontor. Beliau juga mengingatkan seluruh civitas pondok agar seluruh kegiatan pondok tidak mengganggu proses belajar mengajar karena pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, PM Al-Aqsha kembali menguatkan program peningkatan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai identitas mahkota pondok yang telah dikenal sejak awal berdirinya. Penguatan karakter Cageur, Bageur, Pinter, serta visi membentuk generasi Qurrata A’yun (generasi yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa), juga kembali ditegaskan sebagai arah pembinaan santri.

Penampilan Pembukaan Pekan Perkenalanan Khutbatul Arsy (PPKA) dalam Acara Apel Tahunan.

Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan kreativitas santri yang menampilkan perpaduan budaya, seni, dan keterampilan. Penampilan tersebut meliputi Palang Pintu, Musik Tradisi, Demonstrasi Ekstrakurikuler, Bela Diri, Gymbas, Dance Brazil, Semaphore, Tari Kombinasi, Reog, hingga penampilan penutup (Closing). Selanjutnya panitia mengumumkan hasil Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) yang dibacakan oleh MABIKORI Pondok Modern Al-Aqsha, Ustadz Jenal Mutakin, S.Pd.I.

Penampilan Closing Apel Tahunan PPKA PM Al-Aqsha

Apel Tahunan kemudian ditutup dengan Parade Akbar yang diikuti seluruh civitas Pondok Modern Al-Aqsha. Parade menampilkan barisan transportasi pondok, seragam santri dan santriwati, pakaian adat Nusantara, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah, Paskibra, guru pengabdian, santri akhir KMMI, hingga parade konsulat dari berbagai daerah seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, Cimahi, Jabodetabekjur, Purwasuka, Majalengka, Garut, Tasikmalaya, dan luar Pulau Jawa. Parade menjadi penutup rangkaian PPKA sekaligus menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas kehidupan di Pondok Modern Al-Aqsha.

Hasil Kejuaraan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB)

Putra (Kategori Santri Baru)

  • Juara 1: Kelas 4E
  • Juara 2: Kelas 4D
  • Juara 3: Kelas 1E
  • Danton Terbaik: M. Randhika Al Khairy (4E)

Putra (Kategori Santri Lama)

  • Juara 1: Kelas 3F
  • Juara 2: Kelas 2G
  • Juara 3: Kelas 3G
  • Danton Terbaik: Zamzam Achmad Fauzi (3F)

Penghargaan Khusus

  • Kostum Terbaik: Kelas 6
  • Wali Kelas Terbaik: Ustadz Hilmi Sholahudin, M.Hum
Pasukan Paskibra PM Al-Aqsha dalam Apel Tahunan PPKA

Putri (Kategori Santri Baru)

  • Juara 1: Kelas 1A
  • Juara 2: Kelas 1C
  • Juara 3: Kelas 1B
  • Danton Terbaik: Azzalea Zalfa Qaireen (1A)

Putri (Kategori Santri Lama)

  • Juara 1: Kelas 3D
  • Juara 2: Kelas 4C
  • Juara 3: Kelas 5A
  • Danton Terbaik: Rifa Humaira (4B)

Penghargaan Khusus

  • Wali Kelas Terbaik: Ustadzah Windi Widiawaty, S.Ag
  • Kostum Terbaik: Kelas 4B

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

LKBB PPKA PM Al-Aqsha 2026 Menanamkan Disiplin, Kekompakan, dan Jiwa Kepemimpinan Santri

Kostum Santri dalam Mengikuti Lomba LKBB.

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menyelenggarakan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) dalam rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PPKA) Tahun Ajaran 2026–2027 pada Rabu (29/7/2026). Perlombaan yang bertujuan menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kepemimpinan ini digelar di Lapangan Belakang Dome untuk santri putra serta Lapangan Depan PMAl-Aqsha untuk santri putri. Acara dibuka pada pukul 07.30 WIB oleh Kepala Bagian Pengasuhan Santri, Al-Ustadz Jajang Rahmad bersama Al-Ustadzah Nida Nurfazriah.

LKBB tahun ini diikuti oleh perwakilan kelas 1 (SMP) hingga kelas 6 (SMA). Setiap kelas mendelegasikan satu regu beranggotakan 13 orang, termasuk seorang Komandan Peleton (Danton). Persiapan matang telah dilakukan setiap regu melalui latihan rutin seusai makan siang dan salat Isya sejak Senin (20/7/2026). Latihan tersebut dibimbing langsung oleh wali kelas dan pengurus kelas 5 (Mudabbir) demi mematangkan kekompakan dan ketepatan gerakan.

Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) Santri PM Al-Aqsha

Berdasarkan juknis, setiap regu tampil selama 5–8 menit dan wajib hadir 10 menit sebelumnya untuk mengambil nomor undian. Komandan Peleton (Danton) harus menempati titik yang ditentukan untuk melapor pada awal dan akhir penampilan. Peserta akan mengalami pengurangan nilai jika keluar dari batas arena, serta diwajibkan mengenakan kostum yang rapi, sopan, dan kreatif. Untuk materi lomba, peserta harus memperagakan gerakan dasar (seperti sikap sempurna, lencang, dan hadap). Kemudian diiringi serta gerakan perubahan arah berjalan (langkah tegap, variasi belok, dan lainnya). Namun, khusus santri kelas 1 dan 4 tidak diwajibkan menampilkan gerakan perubahan arah berjalan.

Kostum Santri dalam Mengikuti Lomba LKBB.

Dewan juri akan menilai penampilan secara komprehensif, mencakup aspek kerapihan, kekompakan formasi, tingkat kesulitan, kepemimpinan Danton, penguasaan lapangan, hingga kreativitas atribut. Pada akhirnya, PM Al-Aqsha berharap kegiatan LKBB ini dapat membuat santri terbiasa mengaplikasikan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bekal untuk menjadi pribadi berakhlak mulia dan tangguh dalam mengemban amanah.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Kegiatan PPKA : Perjusami (Perkemahan Jum’at Sabtu Minggu) PM Al-Aqsha.

Agenda Perjusami PM Al-Aqsha Jatinangor Sumedang

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (PERJUSAMI) sebagai bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PPKA) Tahun Ajaran 2026–2027. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (24/7/2026) hingga Ahad (26/7/2026) dengan melibatkan seluruh santri baru sebagai peserta utama. PERJUSAMI diselenggarakan sebagai media pengenalan kehidupan kepramukaan sekaligus membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama antarsantri. Selain diikuti santri baru, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari santri lama dan panitia yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Seluruh agenda disusun sebagai bagian dari proses adaptasi santri terhadap kehidupan di Pondok Modern Al-Aqsha.

Kegiatan Jelajah Alam PM Al-Aqsha dalam Agenda PERJUSAMI

Hari pertama diawali dengan pembukaan PERJUSAMI, dilanjutkan pembacaan tata tertib, pembagian gugus depan (Gudep), serta kegiatan kebersihan kelas. Setelah itu, santri mengikuti berbagai perlombaan kepramukaan seperti lomba pionering, Toxic Ball, dan SMS, sebelum ditutup dengan evaluasi panitia serta istirahat peserta. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, serta tanggung jawab sejak awal mengikuti kehidupan di pesantren.

Moment Api Unggun PM Al-Aqsha

Pada hari kedua, peserta mengikuti Jelajah Alam Al-Aqsha yang menjadi salah satu kegiatan utama PERJUSAMI. Dalam kegiatan tersebut, santri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang telah disiapkan panitia di setiap pos. Melalui kegiatan jelajah alam, peserta dilatih untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lomba bola voli, persiapan malam api unggun, hingga Malam Api Unggun Gembira LPKA 2026 yang menjadi puncak kegiatan PERJUSAMI. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui berbagai penampilan santri yang turut memeriahkan malam api unggun.

Penampilan Santriwan dalam malam Api Unggun

Rangkaian PERJUSAMI PM Al-Aqsha ditutup pada Ahad (26/7/2026) dengan upacara penutupan, pembacaan para juara, dan pembagian hadiah. Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap para santri mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok, memiliki jiwa kepemimpinan, kebersamaan dan kemandirian.

(Penulis: Muhammad Iqbal Azis)