Kegiatan Pondok Pesantren

Kampanye Diaologis Calon Ketua OPPMA PM Al-Aqsha Periode 2026-2027.

Jatinangor – Kampanye Dialogis Calon Ketua OPPMA periode 2026-2027 merupakan penyampaian gagasan visi-misi antara calon ketua OPPMA baru di Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. Kampanye ini digelar pada Rabu (21/10/2026) pukul 20.00 yang dihadiri oleh santri PM Al-Aqsha dan Civitas Al-Aqsha. Kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan dan mejalankan visi-misi dari para calon ketua sesuai dengan nilai kepesantrenan Al-Aqsha.

Adapun Pasangan Calon (Paslon) ketua dan wakil yang diusung oleh PM Al-Aqsha diantaranya :

Kampanye Dialogis Calon Ketua OPPMA Paslon 1, Putri  Melsandiva Gisela Karahysya dan Nazwa Haifa Mu’minah
  • Paslon 1 Putri : Melsandiva Gisela Karahysya (Ketua) dan Nazwa Haifa Mu’minah (Wakil Ketua)
  • Paslon 2 Putri : Ayesha Rajni Danica Lie dan Izz Faizia
Kampanye Dialogis Calon Ketua OPPMA Paslon 1, Putra Muhammad Yusuf Eka dan Razi Muhammad Baqir
  • Paslon 1 Putra : Mochammad Yusuf Eka Firdaus dan Rehan Herdiansyah
  • Paslon 2 Putra : Razi Muhammad Baqir dan Muhammad Akrom Wiguna

Tema Kampanye Dialogis yang digagas adalah “Satu Visi, Satu Misi, Siap Mengabdi” dengan mengujikan gagasan, meneguhkan amanah, dan membangun kebersamaan. Kampanye ini juga sebagai sarana pembelajaran dalam menjalankan demokrasi sesuai dengan nilai pondok, kepemimpinan santri, dan tanggung jawab dalam berorganisasi.

Al-Ustadz Jajang Rahmat menyampaikan dalam sambutannya, pemilihan calon ketua OPPMA ini akan diuji bagaimana visi-misi yang akan disampaikan. Ia menegaskan bahwa para pemilih (Santri dan Civitas) harus yakin dengan pilihanya demi kemajuan dinamika keorganisasian pesantren.

“Semoga santri yang mengikuti kegiatan ini (Kampanye Dialogis) menjadi alumni yang menjadi pemimpin dan tokoh politik yang bermanfaat bagi masyarakat dan umat”. Tutur Al-Ustadz Jajang.

Penulis : Muhamad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Seminar Motivasi dan Sosialisasi Beasiswa Luar Negeri China PM Al-Aqsha

Seminar Motivasi dan Sosialisasi Beasiswa Kuliah Di Luar Negeri China

Jatinangor – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar seminar motivasi dan sosialisasi “Beasiswa Menuju China”. Seminar tersebut sebagai upaya mencari peluang bagi santri untuk mendapatkan beasiswa luar negeri China. Acara tersebut mengangkat tema “Menembus Batas, Menggapai Impian: Tips & Peluang Beasiswa Kuliah ke China Bersama Halo Beasiswa & ICAC.” Seminar tersebut dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026) di Auditorium Putra pukul 20.00.

Pemaparan seminar disampaikan oleh tim Halo Beasiswa dan Indonesia-China Admission Center (ICAC) yang berperan sebagai mediator kuliah di China. Berdasarkan informasi Halo Beasiswa, lembaga tersebut merupakan agensi pendidikan luar negeri yang menyediakan layanan konsultasi. Layanan tersebut bertujuan untuk membangun komunitas dan alumni global dalam kemajuan karier, pendidikan, dan wirausaha.

Pemateri Tareq Albana selaku Founder Halo Beasiswa PM Al-Aqsha

Seminar menghadirkan Dr. Tareq Al-Bana, CEO Halo Beasiswa sekaligus founder ICAC. Materi dilanjutkan oleh Taufik Hammuda, General Manager Halo Beasiswa dan Alumni Nantong College of Science and Technology China.

Dalam pemaparannya, Dr. Tareq mengatakan bahwa China telah memberikan beasiswa, khususnya bagi orang Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu santriwati PM Al-Aqsha, Maurel, berhasil lolos seleksi kuliah di kampus ternama China dan mendapatkan beasiswa gratis hingga selesai kuliah.

Sesi Diskusi Santriwati PM Al-Aqsha mengenai Beasiswa Ke Luar Negeri China

Menurut informasi Halo Beasiswa, visi lembaga tersebut adalah menjadi lembaga pendidikan luar negeri terpercaya dan terdepan di Indonesia. Halo Beasiswa juga berperan membuka akses pendidikan global seluas-luasnya bagi generasi muda serta berkontribusi melahirkan individu berdaya saing global demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia untuk Dunia.

Sesi Foto Bersama dengan Tim Halo Beasiswa

Seminar Beasiswa Kuliah ke China ini diharapkan menjadi peluang bagi santri PM Al-Aqsha untuk mengenal pendidikan luar negeri. Kegiatan tersebut juga menjadi motivasi bagi santri untuk mempersiapkan diri dan menggapai impian melanjutkan pendidikan ke China.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Program Bahasa “Global Communication : Class Master Arabic And English With Foreign Tutor” Tingkatkan Kemampuan Bahasa Arab dan Inggris Santri PM Al-Aqsha

Learning With Foreign for English and Arabic

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar kegiatan Program Bahasa “Learning With Foreigner” pada Sabtu (12/9/2026) sampai Rabu (16/9/2026). Kegiatan Learning With Foreigner PM Al-Aqsha ini menghadirkan mahasiswa internasional dari Nigeria, Sudan, Pakistan, dan Ghana untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggris santri. Tema Program tersebut adalah Global Communication Class : Master Arabic and English With Foreign Tutors

Para foreign speakers yang hadir yaitu Khalid Idris Musa, Abdullah Muhammad Abdullahi, dan Abdurrahim Ahmad Abbas dari Nigeria, Neamat Fathalrahman Abdalrasool dari Sudan, Aqib Jan dari Pakistan, serta Ibrahim Suleaman dari Ghana. Kehadiran mereka memberikan kesempatan kepada santri untuk berinteraksi dan mempraktikkan bahasa asing secara langsung.

Kegiatan Diskusi Interaktif Berbahasa Inggris dan Arab bersama Santri PM Al-Aqsha

Kegiatan diawali dengan diskusi santai mengenai peningkatan kemampuan bahasa Arab dan Inggris. Rangkaian materi meliputi Speak Up Class English Language, Speak Up Class Arabic Language, Study Abroad Class, serta Visitation Study Tour for Foreign.

Kegiatan juga dilengkapi English and Arabic Interaction Session with Foreign Guests. Setiap firqoh (kelompok) memilih satu santri untuk menyampaikan speech dalam bahasa Arab atau Inggris. Setelah penyampaian speech, foreign speakers memberikan pertanyaan, apresiasi, dan umpan balik kepada santri.

Motivasi Berbahasa Malam Bersama Foreigner dari Luar Negeri di Aula KMMI

Sesi tersebut bertujuan meningkatkan keberanian, mental, dan kemampuan public speaking santri. Santri juga didorong untuk berkomunikasi secara natural tanpa takut melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Arab dan Inggris.

Pada sesi penutupan, Ahmad Abbas dari Nigeria memberikan motivasi kepada santri. Ia mengingatkan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan mempelajari bahasa Arab dan Inggris. Menurutnya, bahasa Arab merupakan bagian mendasar dalam pembelajaran di pesantren. Ia juga berpesan agar santri tidak takut dan tidak malu untuk belajar berbicara bahasa Arab maupun Inggris.

Sesi Pembelajaran Bahasa Arab Inggris di Kelas

“Bagi kalian wajib bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan dalam mempelajari bahasa Arab dan Inggris.” Ucap Ahmad Abbas dalam sesi motivasi bahasa .

Melalui Learning With Foreign, PM Al-Aqsha memberikan pengalaman pembelajaran bahasa melalui komunikasi langsung dengan mahasiswa internasional. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa, keberanian, dan kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Peringatan Maulid Nabi dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha 2026

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W PM Al-Aqsha

Jatinangor – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026) sebagai pengajian tahunan bersama seluruh keluarga besar PM Al-Aqsha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama oleh 15 ustaz setelah salat Zuhur. Pembacaan Al-Qur’an tersebut dilakukan sebagai wasilah doa di makam para sesepuh PM Al-Aqsha.

Pembacaan Shalawat pada Sesi Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Acara Haul dimulai pada pukul 16.00 WIB bersama Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Mukhlis Aliyudin, M.Ag. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa tawassul dan istighasah. Haul dan Maulid Nabi menjadi bentuk doa bersama agar berbagai hajat dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mendoakan para sesepuh. Amal kebaikan yang telah dilakukan diharapkan mendapatkan balasan dari Allah SWT di akhirat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diisi dengan penampilan hadroh, pembacaan shalawat Nabi, Mahallul Qiyam, dan pembacaan kitab Barzanji. Kitab Barzanji berisi kisah kehidupan Rasulullah SAW. Pembacaan Barzanji dipimpin oleh Al-Ustadz Angga Rizidina bersama seluruh santri PM Al-Aqsha. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Tausiyah Maulid Nabi oleh K.H Rukman Wiriadinata tentang Amal Shaleh

Setelah pembacaan shalawat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan K.H. Rukman Wiriadinata, M.Ag. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa alumni pesantren PM Al-Aqsha tidak harus semuanya menjadi kiai. Menurutnya, santri dapat berkiprah dalam berbagai profesi dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan profesi seperti pedagang, dokter, qori, dan pilot. Santri juga diharapkan mampu menguasai berbagai bidang sesuai kemampuan dan kebutuhan zaman.

Sesi Khidmat dalam Acara Maulid dan Haul PM Al-Aqsha

Pesan tersebut menegaskan pentingnya membentuk santri yang multiprofesi. Dengan kemampuan tersebut, santri diharapkan mampu mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar di mana pun berada. Amar ma’ruf nahi mungkar tidak selalu dilakukan dengan menjadi pendakwah. Menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, tanggung jawab tersebut merupakan kewajiban bersama dalam menegakkan syariat Allah SWT.

Melalui Peringatan Maulid Nabi dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha, para santri diharapkan semakin mengenal keteladanan Rasulullah SAW. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para sesepuh serta memperkuat nilai keislaman santri.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Jamran Kepramukaan PM Al-Aqsha Diikuti 31 Santri

Jamran Pramuka PM Al-Aqsha 2026

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengikuti Jambore Ranting (Jamran) Jatinangor Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) sampai Minggu (6/9/2026) . Kegiatan Jamran Kepramukaan dari Kontingen santri PM Al-Aqsha berlangsung di Bumi Perkemahan Kiarapayung Letjen (Purn) DR. (HC). H. Mashudi Kwarda Jabar dan sekitarnya. Jamran Jatinangor 2026 mengusung tema “Ngariung, Ngahiji, Ngabakti”, dengan slogan “PANGARUH (Pramuka Pinuh Pangaweruh)” serta motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Kegiatan ini bertujuan membentuk sikap dan perilaku Pramuka Penggalang yang mandiri, terampil, disiplin, serta memiliki semangat persatuan dan kesatuan. Juknis juga menekankan pembentukan karakter, gotong royong, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta pengamalan Trisatya dan Dasadarma. Kegiatan Jamran diarahkan untuk mengembangkan enam ranah peserta didik, yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik, dan karakter. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan edukatif, kreatif, rekreatif, produktif, inovatif, kompetitif, menantang, dan kekinian melalui permainan, diskusi, demonstrasi, kompetisi, serta simulasi.

Kegiatan Camping di Acara Jamran 2026

PM Al-Aqsha mengikutsertakan 31 santri, terdiri atas 16 santri putri dan 15 santri putra. Para peserta berasal dari kelas 1 hingga kelas 3 dan terbagi dalam regu sesuai ketentuan kegiatan. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi santri untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus membangun kekompakan dan persaudaraan.

Sesi Olahraga Sehat pada Acara Jamrana PM Al-Aqsha

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta pada pagi hari. Siang hari dilanjutkan dengan gladi upacara dan persiapan Upacara Peringatan Hari Pramuka, kemudian sore harinya dilaksanakan upacara peringatan Hari Pramuka sekaligus pembukaan Jamran. Pada malam hari peserta mengikuti kegiatan Jumpa Tokoh, Malam Selamat Datang, dan korve.

Selama Jamran, peserta mengikuti berbagai kegiatan umum dan rotasi khusus. Kegiatan tersebut meliputi upacara, apel, olahraga, kegiatan keagamaan, pentas kontingen, karnaval, anjangsana, api unggun, dan korve. Sementara kegiatan rotasi mencakup Zona Edukasi, Zona Saka, Zona Wisata, Zona Permainan, dan Zona Bakti Masyarakat.

Penampilan Malam di Jamran 2026

Kegiatan Zona Bakti Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam Jamran melalui Bumbung Kemanusiaan, pembersihan sarana umum, dan pembagian bibit tanaman. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, gotong royong, kerja sama, serta kepedulian sosial.

Sesi Camping dalam acara Jamran

Melalui keikutsertaan dalam Jamran Jatinangor 2026, santri PM Al-Aqsha diharapkan memperoleh pengalaman kepramukaan yang bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan rasa persaudaraan. Semangat mengikuti Jamran diharapkan dapat menjadi bekal santri untuk menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 628 Angkatan Abdurrahman Bin Auf PM Al-Aqsha

Panggung Gembira Angkatan 628 PM Al-Aqsha Abdurrahman Bin Auf 2026

Sumedang – Pertunjukan Panggung Gembira (PG) 628 Angkatan Abdurrahman Bin Auf menjadi salah satu puncak acara bagi santri kelas 6 Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. Pagelaran seni Panggung Gembira tersebut diselenggarakan pada Ahad (30/8/2026) pukul 20.00 WIB di Aula Dome Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. PG ini menjadi wadah bagi santri kelas akhir untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, dan hasil proses pembelajaran di pondok. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga belajar tentang kerja sama dan keberanian tampil di hadapan civitas dan para penonton.

Penampilan Grand Opening PG 628 Abdurrahman Bin Auf 2026

Acara PG diawali dengan Mapag sebagai penyambutan pembukaan acara. Penampilan tersebut memadukan tarian Jaipong dengan musik Hadroh, sehingga menghadirkan perpaduan unsur seni tradisional Indonesia dan nuansa musik Islami. Pembukaan ini menjadi gambaran semangat PG 628 dalam menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan pendidikan pesantren dalam sebuah pertunjukan seni.

Penampilan Paduan Suara (PADUS) PG 628 Abdurrahman Bin Auf

Rangkaian acara PG menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas santri . Penampilan tersebut diantaranya adalah Tarian The Chant of Grace, penampilan drama Aksatriya Daya Mahitala, nyanyian Arcapada, pertunjukan Teater “Antara Taubat dan Terlambat”. Kemudian disambung drama musikal, fashion show, free dance, dan penampilan band. PG ini juga menampilkan berbagai video santri seperti film Action Mission Impossible, Short Horror Movie Haraba (Kabur) dan film lainnya.

Penyambutan Pembukaan PG Angaktan Abdurrahman bin Auf 628 Bersama Dr.K.H Mukhlis Aliyudin, M.Ag

Panggung Gembira 628 menjadi hasil kerja bersama seluruh anggota Angkatan Abdurrahman Bin Auf dan panitia kelas 5 dalam mempersiapkan acara PG. Setiap penampilan memiliki konsep dan peran masing-masing, mulai dari seni musik, tari, drama, hingga prosesi kesiapan acara di back stage. Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Panggung Gembira tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi santri untuk berkembang.

Kebersamaan Angakatan Abdurahman Bin Auf 628 dalam Acara Panggung Gembira

Melalui PG 628, santri kelas 6 PM Al-Aqsha diharapkan mampu menunjukkan hasil pendidikan di PM Al-Aqsha. Pagelaran ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi angkatan dalam menghasilkan sebuah karya sebelum menyelesaikan pendidikan mereka. Dengan semangat kreativitas dan kekompakan, PG 628 menjadi salah satu bentuk kenangan sekaligus pembelajaran berharga bagi seluruh santri PM Al-Aqsha.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar kegiatan Peningkatan Pengajaran Tahfidz melalui Metode Al-Hufaz sebagai upaya mencetak generasi Qur’ani di era digitalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Dome Lapang Belakang Putra pada Kamis (20/8/2026) ini diikuti oleh seluruh santri serta guru mata pelajaran yang mengajar pada hari pelaksanaan seminar. Kegiatan diawali dengan ice breaking dan tadarus bersama surat Al-Mulk.

Pembukaan kegiatan disampaikan oleh Ahmad Maulana Ishaq selaku Wakil Pimpinan PM Al-Aqsha. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Maulana Ishaq juga memberikan cenderamata PM Al-Aqsha kepada pemateri. Pemaparan materi disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Qomarudin dengan memperkenalkan Al-Hufaz sebagai mushaf Al-Qur’an yang menggunakan metode lima blok warna.

Metode Al-Hufaz dirancang untuk membantu santri menghafal ayat Al-Qur’an secara mudah, terpadu, dan terstruktur. Lima blok warna dalam mushaf tersebut dapat digunakan untuk membagi target hafalan berdasarkan lima waktu salat dalam satu hari. Sementara itu, bagi pemula diterapkan metode One Day One Color (ODOC), yaitu menghafal Al-Qur’an dengan target satu blok warna dalam satu hari. Metode ini diharapkan dapat memberikan pola hafalan yang lebih sistematis bagi santri.

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Menurut Al-Ustadz Ahmad Qomarudin, metode Al-Hufaz memiliki sejumlah keunggulan dalam membantu proses menghafal Al-Qur’an. Keunggulan tersebut antara lain adanya penanda awal dan akhir ayat yang menjadi kisi-kisi untuk memudahkan hafalan, termasuk ketika membaca ayat di bagian tengah. Metode ini juga membuat proses menghafal Al-Qur’an menjadi lebih terpadu dan terstruktur, khususnya bagi pemula. Selain itu, penggunaan lima blok warna membuat tampilan mushaf lebih menarik sehingga pembaca dapat lebih fokus dalam menghafalkan ayat Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap metode Al-Hufaz dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz. Penerapan metode tersebut juga diharapkan membantu santri menghafal Al-Qur’an secara bertahap, terarah, dan konsisten. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an

Penulis: Muhammad Iqbal Azis.

Kegiatan Pondok Pesantren

Kegiatan Bahasa PM Al-Aqsha “The Art of Delivering Vocabularies” dalam Peningkatan Bahasa Arab-Inggris PM Al-Aqsha.

Pembelajaran The Art of Delivering Vocabularies PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengadakan kegiatan bahasa “The Art of Delivering Vocabularies” untuk melatih santri kelas 5 sebagai pengajar di kegiatan bahasa PM Al-Aqsha. Kegiatan bahasa tersebut diselenggarakan di Matham Lantai 2 Putri pada Sabtu (8/8/2026) pukul 20.00 WIB. Agenda ini bertujuan memberikan pengalaman dan pemahaman mengenai kaidah pengajaran serta cara menyampaikan kosakata bahasa Arab dan Inggris kepada santri PM Al-Aqsha.

Sambutan The Art of Vocabulary Delivery oleh Al-Ustadz Cical

Kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator Bahasa, Al-Ustadz Cical Irmansyah. Ia menyampaikan bahwa kelas 5 dipilih sebagai pengajar bahasa karena mereka merupakan pengurus rayon yang mengetahui perkembangan kemampuan bahasa santri. “Kalian (kelas 5) merupakan orang yang terpilih oleh Koordinator Bahasa dan Mudir Ma’had (pimpinan pondok). Manfaatnya kalian bisa mengajar ketika ada Tarbiyah Amaliyah (ujian praktik mengajar) berlangsung,” kata Al-Ustadz Cical.

Materi The Art of Delivering Vocabularies bahasa Inggris disampaikan oleh Al-Ustadz Nisa Lailatul Qodriah. Sedangkan tata cara penyampaian kosakata bahasa Arab disampaikan oleh perwakilan Koordinator Bahasa. Materi tersebut menekankan bahwa pengajaran kosakata tidak hanya dilakukan dengan menghafal dan menerjemahkan, tetapi harus disampaikan dengan metode yang menarik. Pengajar juga dapat menggunakan benda nyata atau gambar, contoh kalimat, gerakan tubuh atau Total Physical Response (TPR), serta terjemahan.

Partisipasi Santri dan Santriwati Kelas 5 dalam Acara Bahasa

Dalam penyampaian mufradat, metode dilakukan secara bertahap melalui pengucapan kosakata, pengulangan, pemberian arti, contoh kalimat, tanya jawab, praktik, pengulangan kembali, menulis kosakata, dan membuat kalimat. Pola tersebut bertujuan agar santri tidak hanya mengetahui arti kosakata, tetapi juga mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Materi pelatihan juga membahas pentingnya persiapan pengajar sebelum menyampaikan kosakata. Pengajar perlu menyiapkan sabburoh, memastikan ejaan dan tata bahasa, serta memeriksa pelafalan, khususnya dalam bahasa Inggris. Setelah itu, proses pembelajaran mengulang kosakata sebelumnya, menyampaikan kosakata baru, memberikan contoh kalimat, dan melakukan takrir atau pengulangan dengan variasi agar pembelajaran tidak membosankan.

Melalui The Art of Delivering Vocabularies, santri kelas 5 diharapkan mampu menjadi pengajar bahasa yang baik dan kreatif. Pembekalan ini diharapkan membantu santri PM Al-Aqsha menguasai bahasa Arab dan Inggris secara bertahap serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

PM Al-Aqsha Resmi Membuka Kegiatan Bahasa dan Public Speaking 2026-2027

Pembukaan Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato PM Al-Aqsha

SUMEDANG – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha resmi membuka Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato pada Rabu (3/8/2026) di Dome Lapang Belakang Putra. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya berbahasa resmi (Inggris dan Arab) di lingkungan pondok. Acara dipandu menggunakan bahasa Arab sebagai bentuk pembiasaan komunikasi santri. Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh KH. Mukhlis Aliyudin melalui pemukulan gong, pemotongan pita, serta penyerahan mahkota bahasa kepada santri teladan bahasa.

Prosesi Penobatan Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha

Dalam sambutannya, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin, M.Ag menegaskan bahwa PM Al-Aqsha akan memfokuskan penguatan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai identitas pondok. Santri diarahkan membiasakan penggunaan bahasa isyarah, pemasangan mufradat di lingkungan pondok, serta meningkatkan pelafalan (pronunciation) dalam percakapan sehari-hari. Program kaderisasi bahasa juga melibatkan santri kelas 5 sebagai penyampai kosakata harian kepada seluruh santri.

Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan penampilan public speaking dan story telling dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris yang dibawakan oleh perwakilan santri. Selain itu, terdapat penampilan lagu berbahasa Arab sebagai penutup rangkaian acara. Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya berbahasa asing semakin berkembang sehingga mampu mencetak generasi “Cageur Bageur, Pinter dan Qurrata A’yun” yang unggul dalam karakter, akademik, dan komunikasi global.

Sesi Foto Bersama Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha dengan Pimpinan PM Al-Aqsha

Adapun penampilan yang ditampilkan pada pembukaan program bahasa meliputi:

  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Khairul Akbar (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Inggris – Sayyid Munji Al-Hadi (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Rehan Zulfikar (Kelas 5)
  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Dafa Dhiyaulhaq (Kelas 5)
  • Story Telling Bahasa Inggris – Kayla Putri Apriliani (Kelas 3)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Salwa Prasti Rengganis (Kelas 3)
  • Sing a Song Bahasa Arab – Putri Khairunnisa
Santri PM Al-Aqsha Sedang Mengikuti Kegiatan Pembukaan Bahasa dan Latihan Pidato

Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya penggunaan bahasa Arab dan Inggris tidak hanya diterapkan dalam kegiatan resmi, tetapi juga menjadi kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pondok menargetkan lahirnya generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu bersaing dalam berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

Jatinangor Bersih PM Al-Aqsha Sebagai Wujud Kepedulian Santri terhadap Lingkungan

Jatinangor Bersih Jaber PM Al-Aqsha

Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui program Jatinangor Bersih (Jaber) yang dilaksanakan pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan Jatinangor Bersih PM Al-Aqsha ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PPKA) dan dilaksanakan bersamaan dengan pawai tahunan. Program Jaber diinisiasi oleh Bagian Kebersihan OPPMA (setara OSIS) yang dikelola santri kelas 6 Angkatan Abdurrahman bin Auf. Seluruh tim Jaber ditempatkan pada barisan terakhir pawai sebagai tim sweeping sampah yang bertugas memastikan rute pawai tetap bersih. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian santri kepada masyarakat sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan melalui aksi nyata.

Tim Jaber tidak hanya membersihkan sampah yang dihasilkan selama pawai, tetapi juga membantu membersihkan area di sekitar warung dan toko yang dilalui peserta pawai. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan mobil pengangkut sampah agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Seluruh petugas dibagi ke dalam beberapa pos pengawasan yang tersebar di sepanjang jalur pawai sehingga proses pembersihan berlangsung lebih efektif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan PPKA tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungandan masyarakat sekitar.

Untuk Pembersihan, rute Jaber mencakup 20 titik pengawasan, yaitu:

  1. Lapangan Dome
  2. Depan Masjid
  3. Gang Pondok
  4. Sebrang POM
  5. Depan IPDN
  6. Depan IKOPIN
  7. Depan Sabusu (Pos Kesehatan 1)
  8. Depan ITB
  9. Depan Gedung Diklat
  10. Pangkalan Ojek Pangdam
  11. Sebrang Dimsum Kaibun
  12. Depan Dunkin Donuts (Pos Kesehatan 2)
  13. Depan Toko AA
  14. Depan Soto Lamongan
  15. Sebrang Griya
  16. Sebrang Louvin
  17. Kingkom/Pertigaan (Pos Kesehatan 3)
  18. Sebrang Gacoan
  19. Sebrang POM Bensin
  20. Sebrang Bank BJB

Seluruh titik tersebut dijaga oleh guru dan panitia yang bertugas mengawasi jalannya pawai sekaligus memastikan kebersihan sepanjang rute tetap terpelihara.

Progres Pembersihan Jalan Jatinagor Bersih (Jaber) PM Al-Aqsha

Salah satu tim Jaber, Al-Ustadz Angga Rizinida, menegaskan bahwa program ini menjadi wujud kepedulian santri terhadap lingkungan. “Kita jaga Jatinangor kebersihannya melalui Jaber (Jatinangor Bersih),” ujarnya. Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap santri memiliki sense of belonging terhadap lingkungan, baik di dalam maupun di luar pondok, sehingga nilai kebersihan menjadi bagian dari karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis