
Sumedang – Pertunjukan Panggung Gembira (PG) 628 Angkatan Abdurrahman Bin Auf menjadi salah satu puncak acara bagi santri kelas 6 Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. Pagelaran seni Panggung Gembira tersebut diselenggarakan pada Ahad (30/8/2026) pukul 20.00 WIB di Aula Dome Pondok Modern (PM) Al-Aqsha. PG ini menjadi wadah bagi santri kelas akhir untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, dan hasil proses pembelajaran di pondok. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga belajar tentang kerja sama dan keberanian tampil di hadapan civitas dan para penonton.

Acara PG diawali dengan Mapag sebagai penyambutan pembukaan acara. Penampilan tersebut memadukan tarian Jaipong dengan musik Hadroh, sehingga menghadirkan perpaduan unsur seni tradisional Indonesia dan nuansa musik Islami. Pembukaan ini menjadi gambaran semangat PG 628 dalam menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan pendidikan pesantren dalam sebuah pertunjukan seni.

Rangkaian acara PG menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas santri . Penampilan tersebut diantaranya adalah Tarian The Chant of Grace, penampilan drama Aksatriya Daya Mahitala, nyanyian Arcapada, pertunjukan Teater “Antara Taubat dan Terlambat”. Kemudian disambung drama musikal, fashion show, free dance, dan penampilan band. PG ini juga menampilkan berbagai video santri seperti film Action Mission Impossible, Short Horror Movie Haraba (Kabur) dan film lainnya.

Panggung Gembira 628 menjadi hasil kerja bersama seluruh anggota Angkatan Abdurrahman Bin Auf dan panitia kelas 5 dalam mempersiapkan acara PG. Setiap penampilan memiliki konsep dan peran masing-masing, mulai dari seni musik, tari, drama, hingga prosesi kesiapan acara di back stage. Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Panggung Gembira tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi santri untuk berkembang.

Melalui PG 628, santri kelas 6 PM Al-Aqsha diharapkan mampu menunjukkan hasil pendidikan di PM Al-Aqsha. Pagelaran ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi angkatan dalam menghasilkan sebuah karya sebelum menyelesaikan pendidikan mereka. Dengan semangat kreativitas dan kekompakan, PG 628 menjadi salah satu bentuk kenangan sekaligus pembelajaran berharga bagi seluruh santri PM Al-Aqsha.
Penulis : Muhammad Iqbal Azis