Kegiatan Pondok Pesantren

Kegiatan Bahasa PM Al-Aqsha “The Art of Delivering Vocabularies” dalam Peningkatan Bahasa Arab-Inggris PM Al-Aqsha.

Pembelajaran The Art of Delivering Vocabularies PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengadakan kegiatan bahasa “The Art of Delivering Vocabularies” untuk melatih santri kelas 5 sebagai pengajar di kegiatan bahasa PM Al-Aqsha. Kegiatan bahasa tersebut diselenggarakan di Matham Lantai 2 Putri pada Sabtu (8/8/2026) pukul 20.00 WIB. Agenda ini bertujuan memberikan pengalaman dan pemahaman mengenai kaidah pengajaran serta cara menyampaikan kosakata bahasa Arab dan Inggris kepada santri PM Al-Aqsha.

Sambutan The Art of Vocabulary Delivery oleh Al-Ustadz Cical

Kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator Bahasa, Al-Ustadz Cical Irmansyah. Ia menyampaikan bahwa kelas 5 dipilih sebagai pengajar bahasa karena mereka merupakan pengurus rayon yang mengetahui perkembangan kemampuan bahasa santri. “Kalian (kelas 5) merupakan orang yang terpilih oleh Koordinator Bahasa dan Mudir Ma’had (pimpinan pondok). Manfaatnya kalian bisa mengajar ketika ada Tarbiyah Amaliyah (ujian praktik mengajar) berlangsung,” kata Al-Ustadz Cical.

Materi The Art of Delivering Vocabularies bahasa Inggris disampaikan oleh Al-Ustadz Nisa Lailatul Qodriah. Sedangkan tata cara penyampaian kosakata bahasa Arab disampaikan oleh perwakilan Koordinator Bahasa. Materi tersebut menekankan bahwa pengajaran kosakata tidak hanya dilakukan dengan menghafal dan menerjemahkan, tetapi harus disampaikan dengan metode yang menarik. Pengajar juga dapat menggunakan benda nyata atau gambar, contoh kalimat, gerakan tubuh atau Total Physical Response (TPR), serta terjemahan.

Partisipasi Santri dan Santriwati Kelas 5 dalam Acara Bahasa

Dalam penyampaian mufradat, metode dilakukan secara bertahap melalui pengucapan kosakata, pengulangan, pemberian arti, contoh kalimat, tanya jawab, praktik, pengulangan kembali, menulis kosakata, dan membuat kalimat. Pola tersebut bertujuan agar santri tidak hanya mengetahui arti kosakata, tetapi juga mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Materi pelatihan juga membahas pentingnya persiapan pengajar sebelum menyampaikan kosakata. Pengajar perlu menyiapkan sabburoh, memastikan ejaan dan tata bahasa, serta memeriksa pelafalan, khususnya dalam bahasa Inggris. Setelah itu, proses pembelajaran mengulang kosakata sebelumnya, menyampaikan kosakata baru, memberikan contoh kalimat, dan melakukan takrir atau pengulangan dengan variasi agar pembelajaran tidak membosankan.

Melalui The Art of Delivering Vocabularies, santri kelas 5 diharapkan mampu menjadi pengajar bahasa yang baik dan kreatif. Pembekalan ini diharapkan membantu santri PM Al-Aqsha menguasai bahasa Arab dan Inggris secara bertahap serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Muhammad Iqbal Azis

Kegiatan Pondok Pesantren

PM Al-Aqsha Resmi Membuka Kegiatan Bahasa dan Public Speaking 2026-2027

Pembukaan Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato PM Al-Aqsha

SUMEDANG – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha resmi membuka Kegiatan Bahasa dan Latihan Pidato pada Rabu (3/8/2026) di Dome Lapang Belakang Putra. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya berbahasa resmi (Inggris dan Arab) di lingkungan pondok. Acara dipandu menggunakan bahasa Arab sebagai bentuk pembiasaan komunikasi santri. Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh KH. Mukhlis Aliyudin melalui pemukulan gong, pemotongan pita, serta penyerahan mahkota bahasa kepada santri teladan bahasa.

Prosesi Penobatan Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha

Dalam sambutannya, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin, M.Ag menegaskan bahwa PM Al-Aqsha akan memfokuskan penguatan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai identitas pondok. Santri diarahkan membiasakan penggunaan bahasa isyarah, pemasangan mufradat di lingkungan pondok, serta meningkatkan pelafalan (pronunciation) dalam percakapan sehari-hari. Program kaderisasi bahasa juga melibatkan santri kelas 5 sebagai penyampai kosakata harian kepada seluruh santri.

Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan penampilan public speaking dan story telling dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris yang dibawakan oleh perwakilan santri. Selain itu, terdapat penampilan lagu berbahasa Arab sebagai penutup rangkaian acara. Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya berbahasa asing semakin berkembang sehingga mampu mencetak generasi “Cageur Bageur, Pinter dan Qurrata A’yun” yang unggul dalam karakter, akademik, dan komunikasi global.

Sesi Foto Bersama Duta Teladan Bahasa PM Al-Aqsha dengan Pimpinan PM Al-Aqsha

Adapun penampilan yang ditampilkan pada pembukaan program bahasa meliputi:

  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Khairul Akbar (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Inggris – Sayyid Munji Al-Hadi (Kelas 4)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Rehan Zulfikar (Kelas 5)
  • Public Speaking Bahasa Arab – Muhammad Dafa Dhiyaulhaq (Kelas 5)
  • Story Telling Bahasa Inggris – Kayla Putri Apriliani (Kelas 3)
  • Public Speaking Bahasa Indonesia – Salwa Prasti Rengganis (Kelas 3)
  • Sing a Song Bahasa Arab – Putri Khairunnisa
Santri PM Al-Aqsha Sedang Mengikuti Kegiatan Pembukaan Bahasa dan Latihan Pidato

Melalui program ini, PM Al-Aqsha berharap budaya penggunaan bahasa Arab dan Inggris tidak hanya diterapkan dalam kegiatan resmi, tetapi juga menjadi kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pondok menargetkan lahirnya generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu bersaing dalam berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Muhammad Iqbal Azis