
Jatinangor – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026) sebagai pengajian tahunan bersama seluruh keluarga besar PM Al-Aqsha.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama oleh 15 ustaz setelah salat Zuhur. Pembacaan Al-Qur’an tersebut dilakukan sebagai wasilah doa di makam para sesepuh PM Al-Aqsha.

Acara Haul dimulai pada pukul 16.00 WIB bersama Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Mukhlis Aliyudin, M.Ag. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa tawassul dan istighasah. Haul dan Maulid Nabi menjadi bentuk doa bersama agar berbagai hajat dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mendoakan para sesepuh. Amal kebaikan yang telah dilakukan diharapkan mendapatkan balasan dari Allah SWT di akhirat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diisi dengan penampilan hadroh, pembacaan shalawat Nabi, Mahallul Qiyam, dan pembacaan kitab Barzanji. Kitab Barzanji berisi kisah kehidupan Rasulullah SAW. Pembacaan Barzanji dipimpin oleh Al-Ustadz Angga Rizidina bersama seluruh santri PM Al-Aqsha. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Setelah pembacaan shalawat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan K.H. Rukman Wiriadinata, M.Ag. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa alumni pesantren PM Al-Aqsha tidak harus semuanya menjadi kiai. Menurutnya, santri dapat berkiprah dalam berbagai profesi dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan profesi seperti pedagang, dokter, qori, dan pilot. Santri juga diharapkan mampu menguasai berbagai bidang sesuai kemampuan dan kebutuhan zaman.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya membentuk santri yang multiprofesi. Dengan kemampuan tersebut, santri diharapkan mampu mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar di mana pun berada. Amar ma’ruf nahi mungkar tidak selalu dilakukan dengan menjadi pendakwah. Menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, tanggung jawab tersebut merupakan kewajiban bersama dalam menegakkan syariat Allah SWT.
Melalui Peringatan Maulid Nabi dan Haul Sesepuh PM Al-Aqsha, para santri diharapkan semakin mengenal keteladanan Rasulullah SAW. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para sesepuh serta memperkuat nilai keislaman santri.
Penulis: Muhammad Iqbal Azis