Kegiatan Pondok Pesantren

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Sumedang — Pondok Modern (PM) Al-Aqsha menggelar kegiatan Peningkatan Pengajaran Tahfidz melalui Metode Al-Hufaz sebagai upaya mencetak generasi Qur’ani di era digitalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Dome Lapang Belakang Putra pada Kamis (20/8/2026) ini diikuti oleh seluruh santri serta guru mata pelajaran yang mengajar pada hari pelaksanaan seminar. Kegiatan diawali dengan ice breaking dan tadarus bersama surat Al-Mulk.

Pembukaan kegiatan disampaikan oleh Ahmad Maulana Ishaq selaku Wakil Pimpinan PM Al-Aqsha. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Maulana Ishaq juga memberikan cenderamata PM Al-Aqsha kepada pemateri. Pemaparan materi disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Qomarudin dengan memperkenalkan Al-Hufaz sebagai mushaf Al-Qur’an yang menggunakan metode lima blok warna.

Metode Al-Hufaz dirancang untuk membantu santri menghafal ayat Al-Qur’an secara mudah, terpadu, dan terstruktur. Lima blok warna dalam mushaf tersebut dapat digunakan untuk membagi target hafalan berdasarkan lima waktu salat dalam satu hari. Sementara itu, bagi pemula diterapkan metode One Day One Color (ODOC), yaitu menghafal Al-Qur’an dengan target satu blok warna dalam satu hari. Metode ini diharapkan dapat memberikan pola hafalan yang lebih sistematis bagi santri.

Pembelajaran Metode Menghafal Al-Qur’an melalui Al-Hufaz PM Al-Aqsha bersama Santri PM Al-Aqsha

Menurut Al-Ustadz Ahmad Qomarudin, metode Al-Hufaz memiliki sejumlah keunggulan dalam membantu proses menghafal Al-Qur’an. Keunggulan tersebut antara lain adanya penanda awal dan akhir ayat yang menjadi kisi-kisi untuk memudahkan hafalan, termasuk ketika membaca ayat di bagian tengah. Metode ini juga membuat proses menghafal Al-Qur’an menjadi lebih terpadu dan terstruktur, khususnya bagi pemula. Selain itu, penggunaan lima blok warna membuat tampilan mushaf lebih menarik sehingga pembaca dapat lebih fokus dalam menghafalkan ayat Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, PM Al-Aqsha berharap metode Al-Hufaz dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tahfidz. Penerapan metode tersebut juga diharapkan membantu santri menghafal Al-Qur’an secara bertahap, terarah, dan konsisten. Dengan demikian, pembelajaran tahfidz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an

Penulis: Muhammad Iqbal Azis.