
Sumedang – Pondok Modern (PM) Al-Aqsha mengadakan peyambutan kedatangan santri baru kelas 1 dan kelas 4 (SMP dan SMA) Tahun Ajaran 2026–2027. Penyambutan kedatangan santri baru PM Al-Aqsha dilaksanakan selama dua hari, mulai Sabtu (18/7/2026) hingga Ahad (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi awal dimulainya proses pendidikan sekaligus pengenalan lingkungan pondok bagi para santri baru. Program pengenalan itu dikenal dengan nama Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PPKA). Dalam tradisi pondok modern, PPKA merupakan istilah pengenalan santri baru yang setara dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah umum.
Dalam pelaksanaan penyambutan kedatangan santri baru, jumlah santri baru yang datang untuk kelas 1 putra tercatat sebanyak 116 santri. Sementara itu, jumlah santri kelas 4 putra mencapai 69 santri. Untuk santri putri, kelas 1 berjumlah 104 santriwati dan kelas 4 sebanyak 74 santriwati. Data tersebut menunjukkan antusiasme wali santri dalam mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada PM Al-Aqsha pada tahun ajaran baru ini.

Selama proses kedatangan, santri baru diarahkan untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum menjalani kehidupan di pondok pesantren. Bekal yang ditekankan meliputi niat yang lurus, kedisiplinan, kemandirian, keinginan belajar, serta sikap menghormati guru dan teman. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pembentukan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Arahan tersebut disampaikan sebagai upaya menanamkan kesiapan mental dan spiritual bagi para santri baru. Penjelasan mengenai nilai-nilai tersebut juga dikutip dari unggahan resmi Instagram PM Al-Aqsha.
Dalam pelaksanaan kedatangan santri baru, Pengasuhan Santri PM Al-Aqsha melakukan berbagai langkah untuk membentuk kemandirian santri. Salah satu langkah yang diterapkan ialah pembatasan akses santri dan wali santri ke zona asrama. Selain itu, pihak pondok juga menyampaikan maklumat agar wali santri tidak melakukan kunjungan selama tiga bulan pertama masa pendidikan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan penyesuaian awal kehidupan pesantren. Proses pembentukan kemandirian santri turut didampingi oleh pembimbing kamar dari pengurus kelas 5 serta para ustadz yang menetap di kamar masing-masing.

Selain itu, santri kelas 6 yang tergabung dalam Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern Al-Aqsha (OPPMA) dan pengurus rayon kelas 5 dilibatkan dalam penyambutan santri baru. Keterlibatan kedua unsur pengurus tersebut dilakukan melalui berbagai penugasan yang diberikan oleh Pengasuhan Santri. Penugasan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus sarana pendidikan kepemimpinan bagi para pengurus. Melalui pengalaman tersebut, para pengurus diharapkan dapat terus belajar dalam menjalankan amanah dan melayani santri dengan baik.
Melalui kegiatan kedatangan santri baru ini, PM Al-Aqsha berharap para santri dapat merasa betah dan mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar dan semangat beribadah sejak awal masa pendidikan. Lingkungan pesantren juga diharapkan menjadi sarana pembinaan akhlak dan penguatan karakter santri. Dengan demikian, para santri dapat menjalani pendidikan di PM Al-Aqsha sesuai dengan nilai dan syiar pesantren, yaitu menjadi Qurrata A’yun.
(Penulis: Muhammad Iqbal Azis).



















