
Sumedang – Santri Pondok Modern (PM) Al-Aqsha berhasil meraih hasil memuaskan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP Tingkat di tingkat Wilayah I Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diselenggarakan melalui MGMP Bahasa Sunda di tingkat Wilayah I Kabupaten Sumedang. Berdasarkan surat undangan, kegiatan FTBI dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di SMPN 1 Tanjungsari.
FTBI menjadi ajang tahunan untuk mengenalkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Sunda sebagai bahasa ibu. Dalam perlombaan ini terdapat enam cabang yang diikuti peserta, yaitu sajak, biantara, nulis carpon, dongeng, aksara Sunda, dan borangan (ngabodor sorangan). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkesenian Sunda.
Pada FTBI di tingkat Wilayah I Kabupaten Sumedang, santri PM Al-Aqsha berhasil memperoleh sejumlah prestasi. Adapun hasil yang diraih adalah sebagai berikut:
- Anna Nurhalisa (3B) – Cabang Dongeng, Juara 1.
- M. Nabil Zavier (3E) – Cabang Borangan, Juara 1.
- Hafshah Nafeeza (3C) – Cabang Sajak, Juara 3.
- Ratu Halilah Meila (3D) – Cabang Pupuh, Juara Harapan 1.
- Putri Khairunnisa (3A) – Cabang Aksara Sunda, Juara Harapan 1.
- Ahmad Husaini Wibowo (3E) – Cabang Aksara Sunda, Juara 3.
- Jauzan Ihsan Putra (2H) – Cabang Carpon, Juara 3.
- Husna Nur Alamsyah (3H) – Cabang Biantara, Juara Harapan 3.
Dari hasil tersebut, Anna Nurhalisa pada cabang Dongeng dan M. Nabil Zavier pada cabang Borangan berhasil meraih Juara 1. Keduanya berhak melanjutkan perlombaan ke tingkat berikutnya, yaitu FTBI antar wilayah se-Kabupaten Sumedang, sesuai ketentuan yang disampaikan dalam informasi kegiatan. Sementara itu, peserta yang memperoleh Juara 3 maupun Juara Harapan belum melanjutkan ke tahap berikutnya berdasarkan ketentuan yang diinformasikan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan para pembimbing, yaitu Ustadz Encep Dadi Lukman, Ustadz Erick Jafar Sodik, Ustadz Jajang Rahmat, Ustadzah Anisa, serta pembimbing lainnya. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras santri dan pembimbing dalam menjaga serta mengembangkan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.
Melalui prestasi dalam FTBI di tingkat Wilayah I Kabupaten Sumedang, PM Al-Aqsha berharap para santri dapat terus meningkatkan kemampuan bahasa dan budaya daerah. Khusus bagi dua peserta yang melaju ke tahap selanjutnya, dukungan dan doa dari Mudir serta seluruh civitas PM Al-Aqsha diharapkan dapat mengiringi perjuangan mereka agar memperoleh hasil yang maksimal.
Penulis: Muhammad Iqbal Azis